Liga 1 merupakan salah satu liga paling bergengsi di Asia Tenggara. Liga yang bernaung di bawah PSSI ini telah memberikan sebuah tontonan menarik untuk jutaan penggemar sepak bola baik di dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini, sepak bola Indonesia mulai menggeliat naik setelah beberapa waktu lalu FIFA membekukan PSSI karena berbagai hal. Namun, pembekuan tersebut seoalah memberikan dampak yang sangat baik untuk iklim sepak bola di Indonesia.
Liga 1 diperkirakan akan siap bergulir pada tanggal 24 Februari 2018. Memasuki musim baru, klub-klub di Liga 1 mulai mempersiapkan diri untuk membeli beberapa pemain baik pemain lokal, luar negeri, maupun marquee player. Untuk mendatangkan pemain terbaik untuk memperkuat tim, tentu dibutuhkan sokongan dana yang besar agar para pemain dapat mendarat di klub masing-masing peserta Liga 1.
Mengacu pada hal tersebut, setiap klub harus mulai memikirkan sumber pendanaan mereka. Pertama, mereka harus mendapatkan dukungan dana dari pemerintah daerah seperti dana APBD. Kedua, klub harus memperoleh dana dari MoU (Memorandum of Understanding) dengan investor maupun pihak sponsor yang mau mendukung mereka. Ketiga, bisa jadi dana diperoleh dari petinggi klub yang memiliki harta melimpah.
Dikutip dari Indosport (11/11/2017), sebuah majalah yang bergerak dalam bidang bisnis dan keuangan dari Amerika Serikat telah mengeluarkan daftar tim-tim Liga 1 yang memiliki pengeluaran sangat banyak untuk mengarungi panasnya persaingan Liga 1. Lalu, siapa sajakah klub-klub itu? Simaklah uraian berikut ini.
Urutan Ke-5: Klub Semen Padang
Semen Padang merupakan sebuah klub sepak bola asal Kota Padang, Sumatera Barat. Klub ini bernaung di bawah bendera PT Semen Padang. Klub ini berdiri sejak tahun 1980. Klub ini selalu mendapat dukungan dari penggemar setia mereka yang bernama The Kmers. Kelompok Penggemar ini sendiri mulai diresmikan pada tahun 2001. Tim dengan julukan Kabau Sirah ini memiliki sebuah stadion dengan kapasitas penonton mencapai 20.000 penonton. Nama stadion klub ini adalah Stadion Gelora Haji Agus Salim.
Menurut data dari Forbes, klub Semen Padang telah mengeluarkan uang sebesar Rp 1,26 triliun. Wajar saja jika klub ini mampu mengeluarkan uang sebanyak itu, pasalnya mereka memang mendapatkan dukungan penuh dari PT Semen Padang yang bonafit.
Urutan ke-4: Mitra Kukar
Klub Mitra Kukar merupakan sebuah klub sepak bola profesional asal Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Klub ini sebenarnya bisa dibilang baru dikancah persepakbolaan Indonesia. Akan tetapi, prestasi-prestasi yang didapatkan cukup mentereng. Klub ini didirikan pada tahun 2003. Home base mereka adalah di Stadion Aji Imbut dengan kapasitas penonton 35.000. Klub ini memiliki basis penggemar yang cukup banyak. Pendukung setia klub ini bernama Naga Mekes.
Berdasarkan data dari Forbes, klub ini telah mengeluarkan uang sebanyak Rp 1,29 trilun untuk mendatangkan beberapa pemain asing dan pemain lokal. Banyaknya pengeluaran ini tentu saja didukung oleh beberapa sponsor penting mereka. Sponsor setia mereka adalah PT Petronas, ABP Energy Indonesia, dan Octa FX.
Urutan Ke-3 dan Ke-2
Klub boros diurutan ketiga adalah Persipura Jayapura sedangkan klub terboros kedua adalah Persebaya Surabaya. Persipura Jayapura telah menggelontorkan uang sebanyak Rp 1,31 triliun. Meskipun tidak mendapatkan dukungan dari PT Freeport, Persipura tetap mendapatkan dukungan dari beberapa sponsornya seperti Telkomsel, Bosowa, dan Bank Papua.
Selanjutnya, klub dengan pendukung setia Bonek ini telah mengeluarkan uang sebesar Rp 2,19 triliun. Musim ini Persebaya akan berlaga di ajang Liga 1 setelah mereka memastikan diri menjadi juara 1 Liga 2. Persebaya juga memiliki sponsor yang loyal. Sponsor Persebaya saat ini adalah Jawapost Group.
Urutan ke-1: Persib Bandung
Klub dengan pengeluaran paling boros pada Liga 1 musim 2017 adalah Persib Bandung. Klub ini telah membelanjakan uang sebesar Rp 2, 24 triliun. Pengeluaran besar ini sebenarnya tidaklah mengejutkan karena Persib memiliki beberapa sponsor yang rela menggelontorkan banyak dana kepada mereka. Sponsor-sponsor mereka antara lain Kopi ABC, Indofood, Indosat, dan Datsun. Akan tetapi, pengeluaran besar itu belum bisa diimbangi dengan prestasi di Liga 1 musim 2017.
Dilansir dari pikiran-rakyat.com (21/12/2017), sejak era Liga Super Indonesia, Persib Bandung mengalami pasang surut prestasi. Persib Bandung hanya mampu menjuara LSI (2014), dan Piala Presiden (2015). Setelah itu, tren positif Persib Bandung mulai menurun sampai saat ini.
ucweb.com

